HAKEKAT FILSAFAT ADMINISTRASI
DALAM KAITANNYA DENGAN TEORI X, Y dan Z
Setelah
mengikuti kuliah Pengantar Filsafat
Administrasi saya bersyukur karena saya mendapatkan satu pengetahuan baru
yang amat berharga bagi saya yakni pengetahuan mengenai sifat dan gaya
kepemimpinan seseorang berdasarkan teori
X, Y dan Z. Mengapa penting? Karena saya adalah seorang calon pemimpin
atau publik figur maka saya kira hal ini sangat penting karena dari sini saya
dapat belajar menjadi seorang pemimpin yang baik dan mampu memimpin sebuah
organisasi secara bijaksana dan penuh tanggungjawab. Hal ini tidak hanya
berhenti pada taraf pengetahuan saja namun yang lebih penting adalah setelah
saya mempelajari saya berusaha mempraktekan dan mengaplikaasikan apa yang sudah
saya dapat melalui proses kuliah Pengantar
Ilmu Administrasi. Dari sini saya tahu, paham, dan mampu mengaplikasikan
gaya atau tipe kepemimpinan seperti yang dijelaskan dalam teori X, Y dan Z.
Pada
hakikatnya manusia memiliki sifat baik dan sifat buruk dalam dirinya
masing-masing. Dengan kata lain kebaikan dan keburukan pasti ada dalam diri
setiap manusia. Tidak ada manusia yang
hanya memiliki sifat baik atau sifat buruk saja. Kedua sifat ini selalu
ada dan melekat dalam diri setiap manusia. Sifat baik dan sifat buruk yang
melekat dalam diri manusia ini akan berpengaruh pada gaya atau tipe
kepemimpinan setiap orang. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya semua manusia
adalah pemimpin. Darimana kita tahu bahwa semua manusia dapat dikatakan sebagai
pemimpin? Sejarah membuktikan bahwa nenek moyang umat manusia (Nabi Adam)
adalah seorang pemimpin, maka secara genetika kita mewarisi sifat kepemimpinan
yang dimiliki oleh nenek moyang kita (Nabi Adam). Namun perlu kita ketahui
bahwa setiap orang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Sifat dan
karakter yang berbeda ini akan mempengaruhi tipe atau gaya kepemimpinan dari
setiap orang sehingga gaya dan tipe kepemimpinan dari setiap orang berbeda pula.
Untuk
menegetahui tipe atau gaya kepemimpinan dari seseorang kita harus tahu dan
paham terlebih dahulu mengenai sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang.
Setelah kita memahami sifatnya maka kita bisa memahami tipe atau gaya
kepemimpinan yang dia gunakan. Untuk memahami sifat dan gaya kepemimpinan
seseorang kita dapat menggunakan teori X, Y dan Z. Teori X menjelaskan bahwa
seorang hanya memiliki sifat negatif atau sifat buruk. Artinya melakukan
sesuatu selau dengan sikap yang terpaksa
dan kurang bertanggungjawab atas tugas yang dipercayakan kepadanya. Teori
Y menjelaskan bahwa manusia memiliki sifat positif atau sifat baik. Artinya
selalu menerima dan melakukan pekerjaan secara sukarela dan penuh
tanggungjawab. Teori Z merupakan gabungan dari teori X dan
Y. Teori ini menjelaskan sifat manusia yang tidak tetap atau selalu berubah.
Kadang baik dan kadang buruk.
Jika teori ini
dikaitkan dengan kepemimpinan maka dapat kita simpulkan bahwa seorang pemimpin
yang ideal adalah seorang pemimpin yang memiliki kriteria seperti yang
dijelaskan dalam teori Y. Naumun perlu kita ketahui bahwa seorang
pemimpin bisa menerapkan ketiga teori tersebut dalam menjalankan tugas
kepemimpinannya. Mengapa? Karena terkadang bawahan memiliki tipe seperti yang
dijelaskan dalaam teori X jadi dia (pemimpin) harus memberikan teguran dan sanksi sehingga bawahannya bisa bekerja
secara maksimal. Sebaliknya jika bawahannya meiliki kesadaran dan tanggungjawab
dalam melaksanakan tugasnya maka seorang pemimpin akan mengajak mereka
(bawahan) untuk bekerjasama dalam menentukan keputusan demi mencapai tujuan
dari organisasi yang dia pimpin. Terkadang seorang pemimpin harus menerapkan teori
Z jika sifat bawahannya tidak
pasti dan selalu berubah-ubah. Kesimpulannya semua tipe atau gaya kepemimpinan
yang ada di dalam teori X, Y dan Z adalah baik dan bisa diterapkan oleh semua
pemimpin tergantung dari situasi dan kondisi bawahannya. Jika ingin menjadi
pemimpin yang sukses maka kita harus belajar
filsafat administrasi, dengan demikian kita akan menjadi pemimpin yang
bijaksana dan sukses dalam menjalankan tugas kepemimpinan kita.